• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 04 Desember 2018

COBIT

Definisi Cobit
COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) merupakan audit sistem informasi dan dasar pengendalian yang dibuat oleh Information Systems Audit and Control Association (ISACA) dan IT Governance Institute (ITGI) pada tahun 1992.
COBIT Framework adalah standar kontrol yang umum terhadap teknologi informasi, dengan memberikan kerangka kerja dan kontrol terhadap teknologi informasi yang dapat diterima dan diterapkan secara internasional.COBIT bermanfaat bagi manajemen untuk membantu menyeimbangkan antara resiko dan investasi pengendalian dalam sebuah lingkungan IT yang sering tidak dapat diprediksi. Bagi user, ini menjadi sangat berguna untuk memperoleh keyakinan atas layanan keamanan dan pengendalian IT yang disediakan oleh pihak internal atau pihak ketiga. Sedangkan bagi Auditor untuk mendukung atau memperkuat opini yang dihasilkan dan memberikan saran kepada manajemen atas pengendalian internal yang ada.

Pengguna Cobit
1.Manajemen, untuk membantu mereka menyeimbangkan antara risiko dan investasi pengendalian dalam sebuah lingkungan IT yang sering tidak dapat diprediksi.
2.User, untuk memperoleh keyakinan atas layanan keamanan dan pengendalian IT yang disediakan oleh pihak internal atau pihak ketiga.
3.Auditor, untuk mendukung dan memperkuat opini yang dihasilkan dan atau untuk memberikan saran kepada manajemen atas pengendalian internal yang ada.
Skala maturity dari cobit
Maturity model adalah suatu metode untuk mengukur level pengembangan manajemen proses, yang berarti adalah mengukur sejauh mana kapabilitas manajemen tersebut. Seberapa bagusnya pengembangan atau kapabilitas manajemen tergantung pada tercapainya tujuan-tujuan COBIT yang . Sebagai contoh adalah ada beberapa proses dan sistem kritikal yang membutuhkan manajemen keamanan yang lebih ketat dibanding proses dan sistem lain yang tidak begitu kritikal. Di sisi lain, derajat dan kepuasan pengendalian yang dibutuhkan untuk diaplikasikan pada suatu proses adalah didorong pada selera resiko Enterprise dan kebutuhan kepatuhan yang diterapkan.

Penerapan yang tepat pada tata kelola TI di suatu lingkungan Enterprise, tergantung pada pencapaian tiga aspek maturity (kemampuan, jangkauan dan kontrol). Peningkatan maturity akan mengurangi resiko dan meningkatkan efisiensi, mendorong berkurangnya kesalahan dan meningkatkan kuantitas proses yang dapat diperkirakan kualitasnya dan mendorong efisiensi biaya terkait dengan penggunaan sumber daya TI.
Maturity model dapat digunakan untuk memetakan :
1. Status pengelolaan TI perusahaan pada saat itu.
2. Status standart industri dalam bidang TI saat ini (sebagai pembanding)
3. status standart internasional dalam bidang TI saat ini (sebagai pembanding)
4. strategi pengelolaan TI perusahaan (ekspetasi perusahaan terhadap posisi pengelolaan TI perusahaan)
Tingkat kemampuan pengelolaan TI pada skala maturity dibagi menjadi 6 level :
· Level 0(Non-existent); perusahaan tidak mengetahui sama sekali proses teknologi informasi di perusahaannya
· Level 1(Initial Level); pada level ini, organisasi pada umumnya tidak menyediakan lingkungan yang stabil untuk mengembangkan suatu produk baru. Ketika suatu organisasi kelihatannya mengalami kekurangan pengalaman manajemen, keuntungan dari mengintegrasikan pengembangan produk tidak dapat ditentukan dengan perencanaan yang tidak efektif, respon sistem. Proses pengembangan tidak dapat diprediksi dan tidak stabil, karena proses secara teratur berubah atau dimodifikasi selama pengerjaan berjalan beberapa form dari satu proyek ke proyek lain. Kinerja tergantung pada kemampuan individual atau term dan varies dengan keahlian yang dimilikinya.
· Level 2(Repeatable Level); pada level ini, kebijakan untuk mengatur pengembangan suatu proyek dan prosedur dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut ditetapkan. Tingkat efektif suatu proses manajemen dalam mengembangankan proyek adalah institutionalized, dengan memungkinkan organisasi untuk mengulangi pengalaman yang berhasil dalam mengembangkan proyek sebelumnya, walaupun terdapat proses tertentu yang tidak sama. Tingkat efektif suatu proses mempunyai karakteristik seperti; practiced, dokumentasi, enforced, trained, measured, dan dapat ditingkatkan. Product requirement dan dokumentasi perancangan selalu dijaga agar dapat mencegah perubahan yang tidak diinginkan.
· Level 3(Defined Level); pada level ini, proses standar dalam pengembangan suatu produk baru didokumentasikan, proses ini didasari pada proses pengembangan produk yang telah diintegrasikan. Proses-proses ini digunakan untuk membantu manejer, ketua tim dan anggota tim pengembangan sehingga bekerja dengan lebih efektif. Suatu proses yang telah didefenisikan dengan baik mempunyai karakteristik; readiness criteria, inputs, standar dan prosedur dalam mengerjakan suatu proyek, mekanisme verifikasi, output dan kriteria selesainya suatu proyek. Aturan dan tanggung jawab yang didefinisikan jelas dan dimengerti. Karena proses perangkat lunak didefinisikan dengan jelas, maka manajemen mempunyai pengatahuan yang baik mengenai kemajuan proyek tersebut. Biaya, jadwal dan kebutuhan proyek dalam pengawasan dan kualitas produk yang diawasi.
· Level 4(Managed Level); Pada level ini, organisasi membuat suatu matrik untuk suatu produk, proses dan pengukuran hasil. Proyek mempunyai kontrol terhadap produk dan proses untuk mengurangi variasi kinerja proses sehingga terdapat batasan yang dapat diterima. Resiko perpindahan teknologi produk, prores manufaktur, dan pasar harus diketahui dan diatur secara hati-hati. Proses pengembangan dapat ditentukan karena proses diukur dan dijalankan dengan limit yang dapat diukur.
· Level 5(Optimized Level); Pada level ini, seluruh organisasi difokuskan pada proses peningkatan secara terus-menerus. Teknologi informasi sudah digunakan terintegrasi untuk otomatisasi proses kerja dalam perusahaan, meningkatkan kualitas, efektifitas, serta kemampuan beradaptasi perusahaan. Tim pengembangan produk menganalisis kesalahan dan defects untuk menentukan penyebab kesalahannya. Proses pengembangan melakukan evaluasi untuk mencegah kesalahan yang telah diketahui dan defects agar tidak terjadi lagi.

Sumber : 
Share:

Selasa, 06 November 2018

Audit Sistem Informasi


*Pengertian Audit Sistem Informasi
      Audit sistem informasi adalah proses pengumpulan dan penilaian bukti – bukti untuk menentukan apakah sistem komputer dapat mengamankan aset, memelihara integritas data, dapat mendorong pencapaian tujuan organisasi secara efektif daaan menggunakan sumberdaya secara efisien”. Ron Weber (1999,10)

*Tujuan Audit Sistem Informasi
1.Conformance(Kesesuaian)
Pada kelompok tujuan ini audit sistem informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kesesuaian, yaitu :
- Confidentiality (Kerahasiaan)
- Integrity (Integritas)
- Availability (Ketersediaan)
- Compliance (Kepatuhan)
 2. Performance(Kinerja) 
Pada kelompok tujuan ini audit sistem informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kinerja, yaitu :
- Effectiveness(Efektifitas)
- Efficiency (Efisiensi)
- Reliability (Kehandalan).

*Peralatan Audit Sistem Informasi 
a.ACL
ACL adalah sebuah software yang dirancang secara khusus untuk menganalisa data dan menghasilkan laporan audit baik untuk pengguna biasa (common/ nontechnical users)  maupun pengguna ahli (expert users).
Berikut ini keuntungan menggunakan ACL :
-          Mudah dalam penggunaan.
-          Built- in audit dan analisis data secara fungsional
-          Kemampuan menangani ukuran file yang tidak terbatas
-          Kemampuan mengekspor hasil audit
-          Pembuatan laporan berkualitas tinggi
Manfaat menggunakan ACL :
-          Dapat membantu dalam mengakses data baik langsung (direct) kedalam sistenm jaringan ataupun indirect (tidak langsung) melalui media lain seperti softcopy dalam bentuk text file/report.
-          Menempatkan kesalahan dan potensial “fraud” sebagai pembanding dan menganalisa file-file menurut aturan-aturan yang ada.
-          Mengidentifikasi kecenderungan/gejala-gejala, dapat juga menunjukan dengan tepat sasaran pengecualian data dan menyoroti potensial area yang menjadi perhatian.
-          Mengidentifikasi proses perhitungan kembali dan proses verifikasi yang benar.
-          Mengidentifkasi persoalan sistem pengawasan dan memastikan terpenuhinya permohonan dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan.
http://catatandestra.blogspot.com/2014/05/pengertiankeuntunganmanfaat-acl-audit.html

b.Picalo
Picalo merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) seperti halnya ACL yang dapat dipergunakan untuk menganalisa data dari berbagai macam sumber.Picalo bekerja dengan menggunakan GUI Front end, dan memiliki banyak fitur untuk ETL sebagai proses utama dalam mengekstrak dan membuka data, kelebihan utamanya adalah fleksibilitas dan front end yang baik hingga Librari Python numerik.
Berikut ini beberapa kegunaannya :
· Menganalisis data keungan, data karyawan
· Mengimport file Excel, CSV dan TSV ke dalam databse
· Analisa event jaringan yang interaktif, log server situs, dan record sistem login
· Mengimport email kedalam relasional dan berbasis teks database
· Menanamkan kontrol dan test rutin penipuan ke dalam sistem produksi
http://theodhita.blogspot.com/2016/01/adakah-tools-lain-untuk-melakukan-audit.html

c.Powertech Compliance Assessment
Powertech Compliance Assessment adalah automated audit tool yang digunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark user access to data, public authority to libraries, user security, system security, system auditing dan administrator rights (special authority) sebuah server AS/400.
User access to data disini adalah akses pengguna untuk mengambil atau menggunakan sebuah data. Public authority to libraries disini adalah kekuasaan atau wewenang untuk mengakses libraries yang diberikan kepada public. User security adalah keamanan untuk pengguna / user. System security adalah keamanan untuk sistem. System auditing merupakan proses penilaian untuk menentukan apakah suatu sistem sudah tepat guna ataupun belum. Semuanya termasuk administrator rights (special authority) mengacu kepada sebuah server AS/400. Kegunaan Powertech Compliance Assessment adalah untuk mengaudit dan mem-benchmark hal tersebut.

d.Nipper
Nipper merupakan audit automation software yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark konfigurasi sebuah router. Nipper (Jaringan Infrastruktur Parser) adalah alat berbasis open source untuk membantu profesional TI dalam mengaudit, konfigurasi dan mengelola jaringan komputer dan perangkat jaringan infrastruktur.

e.Nessus
Nessus merupakan sebuah vulnerability assessment software.

f.Metasploit
Metasploit Framework merupakan sebuah penetration testing tool.
  
Sumber:
https://www.sepengetahuan.co.id/2017/12/pengertian-audit-sistem-informasi-tujuan-jenis-tahapan-ruang-lingkup.html
http://www.bsiuntag-sby.com/berita-154-audit-sistem-informasi.html
http://darmansyah.weblog.esaunggul.ac.id/2013/09/21/audit-sistem-informasi-dan-tujuannya/
http://giriayoga.com/2011/05/16/tujuan-audit-sistem-informasi/
http://bathdeville.blogspot.com/2012/06/peralatan-yang-digunakan-dalam-audit-it.html
http://catatandestra.blogspot.com/2014/05/pengertiankeuntunganmanfaat-acl-audit.html




Share:

Kamis, 05 April 2018

Cara Pembuatan Animasi Stickman


Cara Pembuatan Animasi Stickman Menggunakan Macromedia Flash 8
Ada tahapan-tahapan cara membuat animasi stickman menggunakan software macromedia media 8, seperti di awal tugas sofskill kelompok saya membuat animasi stickman menggunakan aplikasi Macromedia Flash 8, adapun cara-caranya ialah sebagai berikut:
Kita harus mengenal atau mengetahui Fitur dan Menu yang ada pada Software Macromedia Flash Media 8
Kenapa hal yang satu ini termasuk penting di dalam pembuatan Animasi Stickman? Karena pada semua Software maupun Aplikasi tentunya mempunyai kelebihan, Khususnya di bagian Menu terdapat sub-sub yang mempunyai fungsinya masing-masing, Menu yang ada di dalam Software Macromedia Flash 8 adalah File, Edit, View, Insert, Modify, Text Commands, Control, Window & Help. Jika kita belum mengetahui tentang kegunaan Menu di setiap masing-masing fungsi, itu percuma, kita akan kesulitan untuk membuat Animasi Stickman.
Setelah Mengetahui Fitur dan Menu, Lanjut Ke Pembuatan Animasi

Pada step ini, akan dijelaskan cara pembuatan animasi stickman. Langkah yang pertama adalah dengan membuka software Macromedia Flash 8, Klik Flash Document:



Langkah 1

Langkah yang kedua, agar membuat animasi stickmannya dapat berjalan atau bergerak, kita dapat menggunakan fitur rectangle tool, lalu beri nama pada layer agar mudah apabila ingin dicari jika terjadi kesalahan, kekurangan, ataupun jika ingin ditambahkan:


Langkah 2

Langkah yang ketiga adalah membuat fisik dari stickman-nya menggunakan Tool "Line Tool" dan juga "Oval Tool.


Langkah 3

Langkah yang keempat adalah apabila fisik stickman selesai dibuat, maka langkah selanjutnya adalah dengan meng-klik "Selection Tool", klik kanan dan langsung pilih Convert to Symbol, seperti dibawah ini:


Langkah 4

Langkah yang kelima adalah agar animasi stickman-nya dapat bergerak, klik kanan pada "Layer Stickman", Klik Insert Keyframe, sesudah itu kalian dapa t mengedit arah bergerak dengan beberapa frame, dengan menarik bagian tubuh animasi stickman yang ingin digerakkan menggunakan "Selection Tool".


Langkah 5

Langkah yang keenam adalah jika kalian sudah merasa cukup untuk membuat animasi stickman bergerak dengan banyak frame, selanjutnya klik tool drag sampai batasnya. Lalu klik kanan, pilih "Insert Keyframe". Step selanjutnya, klik kanan pada Frame lalu klik "Create Motion Tween".


Langkah 6


Langkah 7

Create Motion Tween merupakan langkah yang terakhir untuk menerapkan atau memastikan Animasi Stickman yang telah di edit menjadi banyak Frame seperti dibawah ini:


Langkah 8

















Share:

Rabu, 14 Maret 2018

Animasi dan Design Grafis

1. Apa ada hubungan antara animasi dan design grafis ?
Jawab : Ada, yaitu memiliki hubungan untuk menyampaikan informasi, ide, konsep, ajakan dan sebagainya kepada khalayak dengan menggunakan bahasa visual. Baik itu berupa tulisan, foto, ilustrasi dan lain sebagainya. Desain grafis dan Animasi adalah solusi komunikasi yang menjembatani antara pemberi informasi dengan publik.
2. Definisi animasi dan design grafis
Jawab :suatu kegiatan menghidupkan, menggerakkan benda mati. Suatu benda mati diberi dorongan, kekuatan, semangat dan emosi untuk menjadi hidup atau hanya berkesan hidup.
3.Jenis Animasi ?
Jawab :
A.Animasi Stop Motion
Animasi Stop Motionatau disebut dengan clay animation karena dalam perkembangannya jenis animasi sering menggunakan clay sebagai objek teknik stop motion yang ditemukan pertama kali oleh Stuart Blanton pada tahun 1906.
B.Animasi Tradisional
Animasi tradisional adalah teknik animasi yang paling umum dikenal sampai saat ini. Animasi tradisional juga dikenal sebagai animasi cel atau animasi yang dihasilkan dengan tangan setiap prosesnya.
C.Animasi 3D ( 3 Dimensi)
Animasi 3D merupakan penciptaan gambar bergerak dalam ruang digital 3 dimensi. Hal ini dilakukan dengan membuat frame yang mensimulasikan masing-masing gambar, difilmkan dengan kamera virtual dan outputnya berupa video yang sudah direndering atau Realtime, jika tujuannya untuk membuat game. Animasi 3D biasanya ditampilkan dengan kecepatan lebih dari 24 frame per detik.
D.Animasi Jepang (Anime)
Anime sebutan untuk film animasi di Jepang. Anime mempunyai karakter yang berbeda dibandingkan dengan animasi buatan Eropa. Salah satu film yang terkenal adalah Final Fantasy Advent Children dan Jepang sudah banyak memproduksis anime. Berbeda dengan animasi Amerika, anime Jepang tidak semua diperuntukkan untuk anak-anak, bahkan ada yang khusus dewasa.
4.Teknologi yang digunakan pada pembuatan animasi pada zaman now ?
Teknologi animasi 3D dan animasi Stop motion
Share:

Selasa, 02 Januari 2018

Contoh Flowchart Proses Fotocopy



Langkah pertama untuk membuat sebuah flowchart yaitu dengan memulai flowchart dengan simbol terminator sebagai proses awal/mulai.selanjutnya kita akan memberikan harga awal dengan menggunakan kotak preparation dengan masing-masing data yaitu berupa harga,bayar dan jumlah.
Pada langkah ke 3 yaitu memasukan input/output data yang di dalam nya berisi nama,alamat dan jumlah fotocopy. Untuk menentukan sebuah kondisi pada sebuah diagram alur pada flowchart , kita menggunakan kotak decision yaitu terdapat 2 kondisi ya atau tidak.

Share:

Senin, 20 November 2017

KONSEP DAN METODOLOGI SISTEM INFORMASI CERDAS

KONSEP SISTEM CERDAS


PENGERTIAN SISTEM CERDAS
Kecerdasan Buatan (kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang dapat diatur dalam konteks ilmiah atau Intelegensi Artifisial) dapat didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan juga robotika.

Banyak hal yang kelihatannya susah untuk kecerdasan manusia, namun untuk Informatika relatif tidak bermasalah. Contohnya mentransformasikan persamaan, menyelesaikan persamaan integral, membuat permainan catur ataupun Backgammon. Di sisi lain, hal yang bagi manusia kelihatannya menuntut sedikit kecerdasan, sampai sekarang masih sulit untuk direalisasikan dalam Informatika. Contohnya Pengenalan Objek/Muka, dan bermain sepak bola.

Walaupun AI memiliki konotasi fiksi ilmiah yang kuat, AI membentuk cabang yang sangat penting dalam ilmu komputer, berhubungan dengan perilaku, pembelajaran dan juga adaptasi yang cerdas dalam sebuah mesin. Penelitian dalam AI menyangkut pembuatan mesin untuk mengotomatisasikan tugas-tugas yang membutuhkan perilaku cerdas. Termasuk contohnya ialah pengendalian, perencanaan dan penjadwalan, kemampuan untuk menjawab diagnosa dan pertanyaan pelanggan, serta pengenalan tulisan tangan, suara dan wajah. Hal-hal seperti itu telah menjadi disiplin ilmu tersendiri, yang memusatkan perhatian pada penyediaan solusi masalah kehidupan yang nyata. Sistem AI sekarang ini sering digunakan dalam bidang ekonomi, obat-obatan, teknik dan juga militer, seperti yang telah dibangun dalam beberapa aplikasi perangkat lunak komputer rumah dan video game. 

Sistem Cerdas adalah gabungan dari teori Optimasi, Probabilitas, Statistik, Logika dan algoritma.  Dalam membuat kercerdasan buatan atau sistem pakar, 4 pendekatan yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
  1. Thinking humanly
    Penilaian suatu kecerdasan sistem dari kecerdasan buatan dinilai dari proses bagaimana cara mesin berpikir agar menyamai atau lebih dari cara pikir seorang manusia.
  2. Acting humanly
    Penilaian terhadap kecerdasan sistem yang dilihat dari perilaku sistem yang menyerupai manusia. pada penilaian acting humanly, atau menggunakan Tes Turing (Turing Test) suatu sistem dianggap "cerdas" apabila lawan bicara mesin (dalam situasi ini manusia) tidak bisa membedakan antara manusia dengan mesin tersebut. sampai saat ini belum ada sistem yang mampu lolos dari tes ini.
  3. Thinking Rationally
    Penilaian terhadap sistem buatan dapat dilihat dari proses berpikir yang diarahkan menuju hasil yang terbaik dengan mengandalkan Probabilitas, Statistik, Logika dan juga algoritma. 
  4. Acting Rationally
    Penilaian terhadap kecerdasan buatan dapat dilihat dari perilaku sistem untuk mendapatkan hasil terbaik. Acting rationally berguna untuk mendapatkan hasil terbaik atau menuju ekspektasi terbaik dengan mengandalkan Probabilitas, Statistik, Logika dan algoritma. 
Kelebihan Artificial Intellegence:
  1. Kemampuan komputasi yang tidak terbatas.
  2. Ketepatan dan Kecepatan karena kemampuan komputasi yang besar.  
Kekurangan Artificial Intellegence:
  1. Kecerdasan dalam AI terbatas (dalam program yang diberikan serta sumber daya yang dibutuhkan).
  2. Mudah Rusak karena harus di rawat terus menerus. 
  3. Memerlukan daya listrik yang besar untuk kebutuhan komputasi yang besar. 

METODOLOGI TEKNOLOGI SISTEM CERDAS 
Sistem Pakar (Expert System)
Sistem Pakar dirancang untuk menyelesaikan masalah pada suatu bidang yang membutuhkan pakar pada bidang tersebu. Sebagai contoh adalah sistem pakar untuk mendiagnosa gejala penyakit pada seorang pasien.

Pembuatannya:
  1. Bertanya kepada para pakar yang menjadi ahli di bidang tersebut.
  2. Menyimpan pengetahuan yang diperoleh dalam suatu bentuk yang sesuai dalam penyelesaian suatu masalah dengan menggunakan penalaran sederhana. 
Penggunaannya:
  1. Pengguna memasukkan query sesuai dengan masalah yang ditetapkan oleh sistem pakar.
  2. Query tersebut digunakan untuk pengambilan keputusan berbasiskan pada pengetahuan yang disimpan dalam basis data sistem pakar tersebut.
  3. Jawaban diberikan kepada pengguna, atau mungkin perlu masukan lebih lanjut dari para pakar yang ahli pada bidang tersebut.
Jaringan Syaraf Tiruan (Artificial Neural Networks)
ANN didasarkan pada model yang disederhanakan dari otak manusia serta operasi-operasinya. Model-model dari ANN tergantung pada:
  • Arsitektur jaringan syaraf tiruan tersebut.
  • Metode Pembelajaran jaringan syaraf tiruan yang digunakan.
  • Karakter operasional lain, contohnya: jenis fungsi aktifas. 
ANN bekerja baik pada masalah pengenalan pola serta klasifikasi. Mampu menangani data yang sebelumnya tidak terlihat, tidak lengkap ataupun rusak. Beberapa contoh aplikasinya antara lain sebagai berikut:
  • Deteksi kepadatan di bandara dengan pola-pola tertentu.
  • Pengenalan wajah menggunakan pola dan klasifikasi pada sistem.
  • Penilaian resiko keuangan dengan pengenalan pola.
  • Optimisasi dan penjadwalan dengan pengenalan pola. 

Data Mining
Proses eksplorasi, pengambilan dan juga analisis data untuk menemukan informasi baru dan bermanfaat. Mengekstrak informasi perilaku pasar dan pengguna dengan cara menggali data yang di gunakan oleh pengguna tersebut. Informasi tersebut yang menyangkut soal:
  1. Menyatakan tren dan asosiasi perilaku pasar dengan menganalisis data yang di dapatkan dari pengguna.
  2. Menyatakan tren dan asosiasi perilaku pasar dengan menganalisis data yang di dapatkan dari pengguna 

Teknologi Bahasa (Language Technology)
Pengenalan Bahasa manusia untuk memudahkan komunikasi antara manusia dengan komputer merupakan aspek yang penting sistem informasi cerdas. Aplikasi LT diantaranya sebagai berikut:
  • Bahasa Pemrosesan Natural, Representasi pengetahuan, Pengenalan ucapan. 
  • Pengenalan tulisan tangan yang di input oleh pengguna. 
  • Speech synthesis yang dikembangkan dari pengenalan ucapan.
Sistem berbasis LT dapat berupa front-end dari sistem informasi yang berbasis pada sistem cerdas lainnya.



Referensi:
Share:

Rabu, 18 Oktober 2017

FITUR SMART KEY PADA SMART SYSTEM MOBIL

Smart key (kunci cerdas) adalah salah satu fitur canggih yang ditawarkan beberapa pabrikan mobil di beberapa model mobil mereka. Biasanya, piranti ini terdapat pada kendaraan roda empat di kelas menengah ke atas.Teknologi ini pertama kali dikembangkan oleh perusahaan Siemens yang kemudian diperkenalkan diperkenalkan oleh Mercedes Benz, dengan sebutan “Keyless Go”. Nama dan desain teknologi ini sudah dipatenkan oleh Daimler-Benz pada Mei 1997.Piranti ini mulai digunakan pada tahun 1998 pada Mercedes Benz W220 S-Class. Hingga akhirnya saat ini, “kunci cerdas” sudah banyak digunakan oleh beberapa merek mobil yang ada di dunia.Dengan “kunci cerdas” ini, pengemudi sudah tidak perlu lagi mengeluarkan kunci dari saku celana ataupun tas mereka. Penggunaan kunci secara konvensinal sudah tidak lagi dilakukan. Jadi, kita bisa menyalakan mobil ataupun membuka kunci mobil tanpa harus memasukkan kunci ke lubang kunci.

Setiap merek kendaraan, ternyata memiliki ciri khas kunci cerdas masing-masing, berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Namun, fitur yang ditawarkan ini merupakan wujud dari satu perkembangan teknologi di dalam industri otomotif.

Berikut nama-nama atau sebutan untuk kunci cerdas untuk setiap merek mobil:
  • Acura : Keyless Access System
  • Audi : Advanced Key
  • Aston Martin : Keyless Entry and Push Button Start
  • BMW : Comfort Access
  • Bugatti : Keyless Entry Remote
  • Cadillac : Adaptive Remote Start & Keyless Access
  • Chrysler Group : Keyless Enter-N-Go
  • Ford : Intelligent Access with push-button start
  • General Motors : Passive Entry Passive Start (PEPS)
  • Honda : Smart Entry System
  • Hyundai : Proximity Key
  • Infiniti : Infiniti Intelligent Key with Push-button Ignition
  • Isuzu : Genius Entry
  • Jaguar Cars : Smart Key System
  • Kia Motors : Smart Key System
  • Lexus : Smart Access System
  • Lincoln : Intelligent Access System
  • Mazda : Advanced Keyless Entry & Start System
  • Mercedes-Benz : Keyless Go integrated into SmartKeys
  • Mini : Comfort Access
  • Mitsubishi Motors : FAST Key System
  • Nissan : Nissan Intelligent Key
  • Porsche : Porsche Entry & Drive System
  • Proton : Passive Keyless Entry
  • Renault : Hands Free Keycard
  • Ssang Yong : Smart Key System
  • Subaru : Keyless Smart Entry With Push-Button Start
  • Suzuki : SmartPass Keyless entry & starting system
  • Toyota : Smart Key System
  • Volkswagen : Keyless Entry & Keyless Start or KESSY
  • Volvo : Personal Car Communicator "PCC" and Keyless Drive or Keyless Drive

Fitur pada mobil ini biasanya dicirikan dengan kunci kontak yang menyatu dengan remote mobil dan pada pintu mobil terdapat tombol (switch) yang berfungsi sebagai lock dan unlock kendaraan. Untuk komponen-komponen yang melekat pada mobil yang dilengkapi smart key antara lain sebagai berikut:
  • Kunci yang menyatu dengan remote
 
  • Switch Request
 
  • Knob Switch 
  • Push Button Switch
 



Komponen di atas mencirikan bahwa kendaraan tersebut dilengkapi dengan fitur smart key system.
Di bawah ini kurang lebih gambaran cara kerja dari Smart Key System pada kendaraan (mobil) masa kini. Cara kerja saat membuka kunci pintu kendaraan (unlock) :


Ketika Switch Request ditekan oleh pengemudi (orang yang membawa smart key), rangkaian smart key system pada kendaraan akan terhubung ke ground (aktif). Body Control Unit akan mengaktifkan antena luar seiring dengan ditekannya Switch Request. Body Control Unit juga mengaktifkan antena dalam agar siap untuk menerima sinyal dari smart key. Antena Luar akan mengirimkan sinyal request ke Smart Key. Ketika Smart Key menerima sinyal dari antena luar tersebut, Smart Key akan membalas dengan memberikan ID Smart key ke Remote Tuner. Body Control Unit akan memverifikasi ID Smart Key tersebut apakah sesuai atau tidak (ter-register). Jika verifikasi ID berhasil, Body Control Unit akan mengoperasikan Door Lock untuk membuka (unlock).

* Cara kerja saat pengemudi akan menghidupkan kendaraan



Ketika Knob Switch / Push Button Switch ditekan akan mengirimkan sinyal ke Body Control Unit. Body Control Unit mengaktifkan Antena Dalam. Antena Dalam mengirimkan sinyal request ke Smart Key. Smart Key akan membalas dengan memberikan ID Smart Key ke Remote Tuner. Body Control Unit akan memverifikasi ID tersebut. Ketika verifikasi berhasil , Body Control Unit akan memberikan sinyal ke Knob Switch agar aktif ( siap untuk ditekan / putar ). Knob Switch siap untuk dioperasikan ( untuk posisi ACC , On atau Starting ).

* Cara kerja saat mengunci pintu kendaraan ( lock ) :
  

Cara kerja Smart Key System pada posisi ini sama ketika proses Unlock. Tetapi, pada posisi ini, Body Control Unit akan memeriksa terlebih dahulu apakah di dalam kendaraan tersebut ada Smart Key (cadangan) yang tertinggal atau tidak. Body Control Unit juga akan memeriksa apakah posisi Knob switch sudah pada posisi Off ( Lock ) dan memastikan semua pintu sudah tertutup sempurna. Jika syarat di atas sudah terpenuhi , proses Lock baru bisa berhasil.

Bagaimana jika baterai di dalam smart key tersebut habis? Untuk membuka dan menutup kunci kendaraan dengan memakai mekanikal key pada smart key tersebut. Untuk menghidupkan kendaraan , dengan menempelkan smart key pada Push Button Switch atau memasukkan mekanikal key pada slot Knob Switch.


Sumber:

Share:

Rabu, 14 Juni 2017

SOFTWARE MAINTENANCE MATURITY MODEL


SOFTWARE MAINTENANCE MATURITY MODEL
Maturity model adalah suatu metode untuk mengukur level pengembangan manajemen proses, yang berarti adalah mengukur sejauh mana kapabilitas manajemen tersebut. Seberapa bagusnya pengembangan atau kapabilitas manajemen tergantung pada tercapainya tujuan-tujuan COBIT yang . Sebagai contoh adalah ada beberapa proses dan sistem kritikal yang membutuhkan manajemen keamanan yang lebih ketat dibanding proses dan sistem lain yang tidak begitu kritikal. Di sisi lain, derajat dan kepuasan pengendalian yang dibutuhkan untuk diaplikasikan pada suatu proses adalah didorong pada selera resiko Enterprise dan kebutuhan kepatuhan yang diterapkan.

Secara umum, maturity model biasanya memiliki ciri sebagai berikut:
1. Proses pengembangan dari suatu organisasi disederhanakan dan dideskripsikan dalam wujud 
    tingkatan kematangan dalam jumlah tertentu (biasanya empat hingga enam tingkatan)
2. Tingkatan kematangan tersebut dicirikan dengan beberapa persyaratan tertentu yang harus diraih.
3. Tingkatan-tingkatan yang ada disusun secara sekuensial, mulai dari tingkat inisial sampai
    pada tingkat akhiran (tingkat terakhir merupakan tingkat kesempurnaan)
4. Selama pengembangan, sang entitas bergerak maju dari satu tingkatan ke tingkatan berikutnya
    tanpa boleh melewati salah satunya, melainkan secara bertahap berurutan.

SOFTWARE MAINTENANCE
Perawatan perangkat lunak (software maintenance) adalah aktivitas yang dimulai sejak perangkat lunak mulai digunakan (after delivery) hingga akhirnya perangkat lunak tersebut tidak dapat digunakan lagi (retired). Tujuannya adalah untuk memperbaiki kesalahan (to correct), meningkatkan kinerja/ fungsionalitas (to improve), menyesuaikan dengan lingkungan (to adapt), atau untuk mencegah terjadinya kesalahan (to prevent).
Proses Software Maintenance
Bagian ini menjelaskan proses pemeliharaan perangkat lunak enam sebagai:
1. Proses implementasi mengandung persiapan perangkat lunak dan kegiatan transisi, seperti konsepsi dan penciptaan rencana pemeliharaan; persiapan untuk menangani masalah yang diidentifikasi selama pengembangan, dan tindak lanjut pada manajemen produk konfigurasi.
2. Masalah dan proses modifikasi analisis, yang dieksekusi sekali aplikasi telah menjadi tanggung
 jawab kelompok perawatan. Programmer pemeliharaan harus menganalisa setiap permintaan,
 konfirmasikan (dengan mereproduksi situasi) dan periksa validitas, menyelidiki dan mengusulkan
 solusi, mendokumentasikan permintaan dan usulan solusi, dan akhirnya, memperoleh semua
 otorisasi yang diperlukan untuk menerapkan modifikasi.
3. Proses mempertimbangkan pelaksanaan modifikasi sendiri.
4. Penerimaan Proses modifikasi, dengan mengkonfirmasi karya yang dimodifikasi dengan individu yang mengajukan permohonan dalam rangka untuk memastikan modifikasi memberikan solusi.
5. Proses migrasi ( migrasi platform , misalnya) luar biasa, dan bukan merupakan bagian dari tugas pemeliharaan sehari-hari. Jika perangkat lunak harus porting ke platform lain tanpa ada perubahan dalam fungsi, proses ini akan digunakan dan tim proyek pemeliharaan kemungkinan akan ditugaskan untuk tugas ini.
6. Akhirnya, proses pemeliharaan lalu, juga suatu peristiwa yang tidak terjadi setiap hari, adalah pensiun dari sebuah software.
Ada sejumlah proses, kegiatan dan praktek yang unik untuk pengelola, misalnya:
1. Transisi: urutan terkontrol dan terkoordinasi kegiatan selama sistem ditransfer progresif dari pengembang untuk pengelola.
2. Service Level Agreements (SLA) dan kontrak pemeliharaan khusus (domain-spesifik) dinegosiasikan oleh pengelola.
3. Modifikasi Permintaan dan Masalah Meja Laporan Bantuan: proses penanganan masalah yang digunakan oleh pengelola untuk memprioritaskan, dokumen dan rute permintaan yang mereka terima.
4. Modifikasi Permintaan penerimaan / penolakan: permintaan modifikasi bekerja lebih dari ukuran tertentu / usaha / kompleksitas mungkin ditolak oleh pengelola dan dialihkan untuk pengembang.

ASPEK KEGIATAN MAINTENANCE
Beberapa aspek-aspek penting dalam perencanaan perawatan adalah:
1. Perencanaan
Perencanaan adalah kegiatan untuk menjalankan fungsi
1. Aspek-Aspek penting dalam perawatan perencanaan adalah :
· - Penyusunan secara struktural kegiatan perawatan yang akan dijalankan
· - Penyusunan sistem perawatan
· - Kegiatan pengontrolan dan pencatatan
· - Penerapan sistem perawatan dan pencatatan
Sedangkan faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam penyusunan perencanaan perawatan adalah ruang lingkup pekerjaan, prioritas pekerjaan, kebutuhan ketrampilan, kebutuhan tenaga kerja, kebutuhan peralatan dan kebutuhan material.
2. Pemeriksaan
Kegiatan pemeriksaan yang telah tersusun dengan teratur akan menjaga performa mesin dalam keadaaan optimal dan dapat berfungsi sesuai standar. Kegiatan pemeriksaan terdiri dari:
· Pemeriksaan operasional
· Pemeriksaan pemberhentian
· Pemeriksaan overhaul.
3. Pemilihan komponen/ suku cadang Pemilihan komponen atau suku cadang merupakan kegiatan yang paling penting dalam menjalankan kegiatan overhaul. Dengan pemilihan suku cadang yang sesuai dengan spesifikasi mesin akan menjaga mesin tetap dapat bekerja dalam kondisi standar.

MAINTENANCE PLANNING ACTIVITY
Definisi dan faktor-faktor penunjang, kendala yang muncul, langkah-langkah penyusunan, dan kebijakan perencanaan perawatan, klasifikasi, persiapan, dan prinsip perencanaan perawatan, tahapan perencanaan pekerjaan perawatan, perencanaan tenaga kerja perawatan, diagram alir pekerjaan perawatan, dan standar perencanaan perawatan.

APPLICATION SERVICE LIBRARY
Aplikasi Layanan Perpustakaan (ASL) adalah kerangka kerja domain publik dari praktik terbaik yang digunakan untuk standarisasi proses dalam Aplikasi Manajemen, disiplin memproduksi dan memelihara sistem informasi dan aplikasi. Istilah "perpustakaan" digunakan karena ASL disajikan sebagai satu set buku yang menggambarkan praktek-praktek terbaik dari industri TI. Hal ini dijelaskan dalam beberapa buku dan artikel (banyak dari mereka hanya tersedia dalam bahasa Belanda) dan di situs resmi ASL BiSL Foundation.
ASL erat terkait dengan kerangka kerja ITIL (IT Service Management) dan BiSL (Manajemen Informasi dan Manajemen Fungsional) dan Capability Maturity Model (CMM).
Kerangka ASL dikembangkan karena ITIL, dipeluk oleh departemen infrastruktur TI, terbukti tidak memadai untuk Manajemen Aplikasi: pada waktu itu, ITIL tidak memiliki pedoman khusus untuk aplikasi desain, pengembangan, pemeliharaan dan dukungan. versi ITIL baru, terutama V3, semakin membahas Pengembangan Aplikasi dan Aplikasi Manajemen domain; ASL BiSL Foundation telah menerbitkan sebuah kertas putih membandingkan ITIL v3 dan ASL.
ASL dikembangkan pada akhir tahun sembilan puluhan di Belanda, awalnya sebagai model R2C proprietary, yang berkembang menjadi ASL pada tahun 2000. Pada tahun 2001 itu disumbangkan oleh IT Service Provider PinkRoccade ke ASL Foundation, sekarang ASL BiSL Foundation. Versi ASL2 diterbitkan pada tahun 2009.
Cakupan ASL
ASL2 ini dimaksudkan untuk mendukung Manajemen Aplikasi dengan menyediakan alat-alat. Dua kategori utama bantu didefinisikan:
Deskripsi dari proses untuk Manajemen Aplikasi. Ditambah penggunaan praktek-praktek terbaik terminologi standar, menghindari perangkap berbicara tentang topik yang berbeda saat menggunakan kata-kata yang sama.
Tujuan dari ASL adalah untuk membantu dalam profesionalisasi Manajemen Aplikasi.
Ada 4 proses dalam cluster Dukungan Aplikasi. Proses dalam cluster Organisasi Layanan mendukung penggunaan sehari-hari dari sistem informasi. Proses dalam cluster ini adalah:
· Use Support
· Configuration Management
· IT Operation Management
· Continuity Management
Framework ASL
Proses dalam rangka ASL dapat dibagi sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:
1. Apakah sudut pendekatan 'layanan' atau 'aplikasi'?
2. Apakah proses operasional, taktis atau strategis terlibat?
aplikasi manajemen digambarkan sebagai manajemen pemeliharaan, peningkatan dan renovasi aplikasi dengan cara suara-ekonomi bisnis. Itu Prinsip kunci di sini adalah untuk mendukung proses bisnis menggunakan sistem informasi untuk siklus hidup dari proses bisnis.
Dua sudut pandang penting dapat dibedakan di sini:
Yang pertama adalah perspektif 'mendukung proses bisnis menggunakan sistem informasi'. Ini berarti menjaga aplikasi dan berjalan dan memastikan bahwa mereka mendukung organisasi kegiatan sehari-hari. Secara praktis, ini melibatkan menyediakan layanan terus menerus dengan membuat perusahaan kesepakatan tentang tingkat layanan dan memulihkan tingkat layanan yang disepakati secepat mungkin jika penyimpangan ditetapkan; menciptakan tingkat tinggi aksesibilitas bagi pertanyaan dan komentar dari klien tentang layanan; mencegah gangguan dan memfasilitasi layanan baru dengan menanggapi sebagai layanan ICT penyedia dalam waktu yang baik. Fokusnya adalah karena pada layanan, layanan yang disediakan dan yang (bersama-sama dengan manajemen infrastruktur) memfasilitasi penggunaan aplikasi. Dalam hal ini biaya umum jumlah 10 - 20% dari biaya keseluruhan manajemen aplikasi.
Tiga tingkat dibedakan: operasional, taktis dan strategis.
Tingkat operasional mengakui dua kelompok proses:
- pemeliharaan' dari aplikasi: proses yang memastikan ketersediaan optimum aplikasi saat ini sedang
  digunakan untuk mendukung proses bisnis dengan minimal sumber daya dan gangguan dalam
  operasi.
· tambahan / renovasi' aplikasi: proses yang beradaptasi aplikasi dengan keinginan baru dan
  persyaratan dalam menanggapi perubahan organisasi dan lingkungannya. yang diperlukan
  penyesuaian dilakukan terhadap perangkat lunak, model data dan dokumentasi.
Cluster proses di tingkat strategis adalah:
· Organisasi Manajemen Siklus (OCM): proses yang bertujuan untuk mengembangkan visi masa
  depan organisasi jasa ICT dan menerjemahkan visi yang menjadi kebijakan untuk pembaruan nya.
· Aplikasi Cycle Management (ACM): proses yang berfungsi untuk membentuk strategi jangka  
  panjang untuk berbagai aplikasi yang sesuai dalam keseluruhan penyediaan informasi organisasi
  dalam kaitannya kebijakan jangka panjang organisasi.


Sumber : -http://informasi-disini.blogspot.co.id/2016/05/software-maintenance-maturity-model.html
               - http://informasi-disini.blogspot.co.id/2016/05/application-service-library.html

Share:

Daftar Blog Saya

Universitas Gunadarma

Universitas Gunadarma
Diberdayakan oleh Blogger.

Recent Posts

Unordered List

Pages